

MAKANAN HALAL
Ini adalah alat bantu untuk siswa belajar secara mandiri
Baca dengan seksama

Hello! I'm am teacher
(A Khoerudin, S.Pd., Gr)
Help parents get to know their children's teacher.
Informasi tentang saya
Saya mulai mengajar di MI Al WAJIZ pada tahun 2012 sampai sekarang. mari ikuti media sosial saya
Tiktok
X (tweeter)
Instagram
mATERI bELAJAR
Terlebih dahulu, mari pahami definisi dari halal dan haram itu sendiri. Istilah halal berasal dari bahasa Arab, yakni حلال, yang artinya 'membolehkan', 'melepaskan', ataupun 'membebaskan'.
Berdasarkan Sucipto (2012) dalam Halal dan Haram menurut Al-Ghazali dalam Kitab Mau'idhotil Mukminin, halal mempunyai dua pengertian menurut hukum syariat, yakni
Sementara itu, haram diartikan sebagai segala sesuatu yang penggunaannya dilarang.
Dalam hal ini, makanan halal berarti segala jenis makanan yang diperbolehkan oleh syariat Islam untuk dikonsumsi, sedangkan makanan haram adalah segala jenis makanan yang konsumsinya dilarang oleh agama.
Pengertian Makanan Halal
mATERI bELAJAR lanjutan
Dalil Makanan Halal
Dalil makanan halal dan haram sudah cukup banyak tercantum dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi. Untuk makanan halal sendiri, perintah mengonsumsinya terkandung dalam Surah Al-Baqarah ayat 168. Allah SWT berfirman,
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Terjemah Kemenag 2002
168. Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.
Pada ayat di atas, kata halal disandingkan dengan thayyiban sehingga muncul istilah halalan thayyiban. Dilansir laman IHATEC, thayyiban bermakna 'baik'. 'Baik' di sini artinya suatu makanan haruslah berkualitas baik dan tidak merusak kesehatan.
Jadi, Allah SWT tidak hanya memerintahkan kita untuk mengonsumsi makanan halal saja, melainkan yang halalan thayyiban atau 'makanan halal lagi menyehatkan'.
Konsep halal di sini pun juga bukan sekadar diperbolehkan menurut agama saja. Lebih dari itu, Dian Eka Mayasari, dkk dalam buku Sheffield Stories menjelaskan konsep halal dalam ajaran agama Islam secara lebih terperinci.
mATERI bELAJAR lanjutan
Dalil Makanan Halal Lanjutan
Berikut penjelasannya:
a. Halal berdasarkan zat dan kandungannya
Maksudnya, makanan halal adalah makanan yang tidak mengandung zat-zat yang dilarang dalam Al-Qur'an dan hadis. Sebagai contoh, sebuah makanan tidak boleh mengandung babi ataupun bahan yang memabukkan.
b. Halal berdasarkan cara memperolehnya
Suatu makanan, sekalipun dari sisi kandungan terjamin halal, bisa menjadi haram apabila didapat dengan cara yang bertentangan dengan syariat, misalnya adalah makanan hasil dari curian.
c. Halal berdasarkan proses pengolahannya
Selain cara memperolehnya, kehalalan makanan juga perlu ditinjau dari proses pengolahannya. Sebagai contoh, masakan berbahan sayur bisa diragukan kehalalannya apabila diolah dengan peralatan masak bekas bahan-bahan yang haram, misalnya bekas memasak daging babi.
Untuk dalil tentang makanan haram sendiri, terdapat salah satu hadis di mana Rasulullah menyebutkan ancaman bagi orang yang makan makanan haram